Enterprise Resource Planning (ERP)
A. Pengertian
Enterprise Resource Planning (ERP)
Enterprise
Resources Planning adalah suatu sistem yang mengintegrasikan seluruh proses
bisnis lintas fungsi dari sebuah perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa
yang digunakan untuk perencanaan dan pengendalian penjualan, produksi,
akuntansi, dan distribusi untuk mengoptimalkan proses bisnis perusahaan dan
mengelola sumber daya perusahaan secara lebih efektif dan efisien.
Enterprise
Resource Planning (ERP) merupakan suatu cara untuk mengelola sumber daya
perusahaan dengan menggunakan teknologi informasi. Penggunaan teknologi ERP
dilengkapi dengan hardware dan software untuk
menunjang konektivitas dan aliran informasi. Teknologi ini berfungsi untuk
mengkoordinasi dan mengintegrasikan data informasi pada setiap area business
processes sehingga menghasilkan pengambilan keputusan yang cepat
karena menyediakan analisa dan laporan keuangan yang cepat, laporan penjualan
yang on time, laporan produksi dan inventori.
B.
Perkembangan
Enterprise Resource Planning (ERP) di Indonesia
Aplikasi
ERP sudah cukup populer di kalangan enterprise di Indonesia. Perkembangan ERP
di Indonesia cukup menarik untuk dibahas, saat itu sekitar tahun 1990 an
perusahaan besar seperti Astra Indonesia telah sukses dalam implementasi ERP
dengan menggunakan vendor SAP. Apalagi saat ini dimana perkembangan dunia
Informasi dan Teknologi sudah semakin pesat yang diikuti dengan semakin
canggihnya software maupun hardware yang ada.Aplikasi ERP saat ini memang
lumayan banyak,tetapi hal ini pasti disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Seperti yang kita ketahui beberapa Aplikasi ERP yang banyak dipakai perusahaan
saat ini,ada SAP, Microsoft Dynamics AX, Peoplesoft, Oracle, dsb bahkan tidak
ketinggalan Compiere dan OpenERP .
Dengan
menerapkan sistem informasi ERP, manfaat yang dapat dirasakan yaitu :
1.
Dengan sistem yang terintegrasi maka proses pengambilan keputusan akan lebih
efektif dan efisien.
2.
Dengan menerapkan ERP ada kemungkinan melakukan integrasi secara global.
Sehingga perbedaan – perbedaan yang terjadi dalam bisnis
internasional dapat diintegrasikan.
3.
ERP menghilangkan kebutuhan pemutakhiran dan koreksi data pada banyak sistem
komputer yang terpisah.
4.
ERP memberikan lingkup kerja manajemen tidak hanya memonitor saja tetapi
melakukan manajemen operasional juga.
5.
Supply chain management dapat terbantu sehingga pelaksanaannya dapat berjalan
dengan lancar.
D. Fungsi Dasar ERP
1.Mendefinisikan
Produk:
ada
2 pendekatan definisi yang digunakan, yaitu: pertama, standard
product, yakni produk mengalami permintaan berulang dan ada inventori;
kedua, custom product, yakni produk dibuat berdasarkan
pesanan dan pembelian material disesuaikan dengan jumlah order.
2. Strategi
produksi untuk mengantisipasi kebutuhan sesuai permintaan.
Ada
dua kategori yang disarankan yakni make to stock dan make to order.
Make to stock hanya dipakai untuk standard product sedangkan
make to order digunakan pada kedua definisi produk yakni standard
product dan custom product. Perbedaan pada strategi produksi make
to order adalah adanya tenggang waktu yang lebih lama antara
pengiriman produk dan proses produksi
3. Menentukan
Tipe hubungan antara sales order dan supply order.
Apabila
menggunakan strategi produksi make to order untuk memenuhi permintaan
pelanggan, maka didapatkan suatu tipe hubungan langsung antara sales order
dengan kebutuhan material. Yakni, ketika order bertambah, maka material yang
dibutuhkan juga akan bertambah. Penentuan tipe hubungan, berfungsi untuk
menentukan kapan material dibutuhkan, berapa jumlah material yang dibutuhkan,
apakah masih ada stok material dan masih perlu dilakukan order kebutuhan
material.
4.
Pendekatan terhadap proses produksi praktis.
Pendekatan
proses produksi secara praktis bertujuan untuk mengurangi tenggang waktu dalam
melaksanakan proses produksi. Pengurangan ini dapat dilakukan dengan
menyederhanakan alur proses material dan rute pengerjaan produk di lantai
produksi.
5. Pendekatan
sistem penjadwalan yang baik.
Kemampuan
untuk menentukan penjadwalan secara baik di industri manufaktur sangat
dipengaruhi oleh kedinamisan dari jadwal yang ditentukan. Kedinamisan ini
dipengaruhi oleh jumlah order, ukuran order, kapasitas produksi, keterbatasan
sumber daya perusahaan dan aturan-aturan lainnya.
Agar
penerapan ERP berbuah maksimal
Sistem
ERP sebagai hasil buatan manusia tidak selamanya bermanfaat bagi setiap
penggunaanya. Dalam penerapannya, sekitar 10% sampai dengan 40 % dari
penggunaan ERP ini mengalami kegagalan. Untuk mengatasinya ada beberapa hal
penting yang harus dilakukan supaya penerapan ERP berhasil. Diantaranya:
1.
Pemahaman yang jelas atas sasaran strategis perusahaan
2.
Komitmen dari seluruh jajaran manajemen
3.
Manajemen implementasi proyek yang baik
4.
Mampu mengatasi isu-isu teknik
5.
Tim implementasi yang baik
6.
Rekayasa ulang proses bisnis
7.
Komitmen organisasi untuk berubah
8.
Pendidikan dan pelatihan yang intensif
9.
Data yang akurat
10.
Sosialisasi dan komunikasi yang intensif
11.
Pengukuran kinerja yang jelas fokusnya
E. Kelebihan dan kekurangan ERP
ERP
sebagai sebuah sistem tentunya memiliki kelebihan dan kelemahan. Penjelasannya
dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel
1. Kelebihan dan kekurangan ERP
Contoh
Penerapan ERP di Perusahaan
Melihat
benefit yang akan didapatkan dengan mengimplementasikan sistem ERP dalam
manajemen sumber daya dan juga kapabilitasnya untuk diterapkan di berbagai tipe
perusahaan, banyak diantara perusahaan-perusahaan di Indonesia yang tertarik
untuk menerapkannya. Untuk penerapan ERP, vendor yang biasa digunakan di
Indonesia adalah Oracle dan SAP. Berikut adalah testimoni perusahaan agribisnis
yang menerapkan sistem ERP di Indonesia.
F. Modul-Modul
yang Terdapat pada Sistem ERP
Secara modular, sistem ERP
terbagi atas modul operasi sebagai modul utama dan modul financial dan
akuntansi serta sumber daya manusia sebagai modul pendukung.
1. Financial
a. Financial Accounting ditujukan untuk menyediakan
pengukuran berkelanjutan terhadap keuntungan perusahaan, mengukur kinerja
keuangan perusahaan
b. CO-Controlling untuk
mendukung kegiatan operasional
c. Investment Management ditujukan untuk menganalisis kebijakan
investasi jangka panjangdan fixed assets dari perusahaan
d. Enterprise Controlling
ditujukan untuk memberikan akses bagi Enterprise Controller.
e. Treasury ditujukan untuk mengintegrasikan antara cash management
dan cash forecasting dengan aktivitas logistic dan transaksi keuangan.
2. Operasi (Distribution
and Manufacturing)
Logistics
Execution, Sales and Distribution, Materials Management, General
Logistics, Quality Management, Plant Maintenance, Costumer Service, Production
Planning and Control, Project System, Environment Management.
3. Human Resource
Berfungsi untuk
a. memudahkan melaksanakan
manajemen yang efektif dan tepat waktu terhadap gaji, benefit dan yang
berkaitan dengan SDM perusahaan.
b. Melindungi data
personalia dari pihak luar
c. Mambangun sistem
rekruitmen dan pembangunan SDM yang efiisen melalui manajemen karir.
G.
Implementasi ERP dalam Dunia Bisnis
Implementasi sistem informasi
berbasis ERP adalah suatu arsitektur software yang memiliki tujuan untuk
memfasilitasi aliran informasi diantara seluruh fungsi-fungsi bisnis
didalam batas organisasi atau perusahaan dengan pihak stakeholder
diluarperusahaan. ERP dibangun atas dasar sistem database yang terpusat dan
biasanya menggunakan platform komputansi yang umum. Sistem informasi berbasis
ERP dapat mengkonsolidasikan seluruh opersai bisnis menjadi seragam dan sistem
lingkungan perusahaan yang lebih luas.
Dalam prakteknya penerapan
sistem ERP dirancang berdasarkan proses bisnis yang dianggap best practice
yaitu proses bisnis umum yang paling layak ditiru. Misal bagaimana proses umum
yang sebenarnya berlaku untuk pembelian (purchasing), penyusunan stuk digudang
dan sebagainya. Untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari sistem
ERP, maka industry yang akan mengimplementasikan ERP harus mengikuti best practice
process yang berlaku. Akan tetapi. Permasalahan mulai timbul bagi industry di
Indonesia, contoh permasalahan bagaimana merubah proses kerja yang dikehendaki
oleh sistem ERP agar sesuai dengan proses kerja perusahaan hal ini terutama
dilakukan untuk modul sumber daya manusia, karena banyak perusahaan di
Indonesia memiliki peraturan dan kebijakan yang berbeda dibandingkan dengan
proses bisnis pada modul SDM yang terdapat pada sistem ERP pada umumnya seperti
SAP. Proses penyesuaian ini dikenal sebagai implementasi dan salah satu
factor yang mementukan keberhasilan implementasi sistem ERP di perusahaan
adalah proses bisnis yang telah terintegrasi didalam paket ERP merupakan paket
bisnis bestpractice yang telah teruji reabilitasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar